Liburan keluarga ke Eropa bersama anak membutuhkan persiapan dokumen tambahan. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah anak harus memiliki visa Schengen sendiri, dan bagaimana jika hanya bepergian bersama ayah atau ibu? Panduan ini membantu keluarga WNI menyiapkan berkas awal sebelum memeriksa daftar persyaratan resmi negara tujuan.
Apakah anak perlu mengajukan visa Schengen?
Untuk perjalanan singkat ke negara Schengen, anak pemegang paspor Indonesia pada umumnya perlu mengajukan visa sesuai ketentuan yang berlaku. Setiap anak merupakan pemohon tersendiri; visa orang tua tidak otomatis mencakup anak. Pengajuan keluarga dapat dipersiapkan bersama, tetapi keputusan visa tetap dinilai untuk masing-masing pemohon.
Checklist dokumen dasar untuk anak
- Paspor anak yang memenuhi ketentuan masa berlaku dan halaman kosong.
- Formulir aplikasi visa, foto, dan dokumen perjalanan sesuai checklist kedutaan atau pusat aplikasi.
- Akta kelahiran untuk membuktikan hubungan dengan orang tua.
- Salinan paspor atau identitas orang tua/wali sesuai persyaratan negara tujuan.
- Rencana perjalanan keluarga, akomodasi, dan bukti pembiayaan.
- Asuransi perjalanan sesuai ketentuan visa Schengen.
- Surat keterangan sekolah atau dokumen pendukung lain bila diminta oleh kedutaan yang berwenang.
Dokumen tambahan, legalisasi, penerjemahan, dan format surat bisa berbeda menurut negara Schengen, kondisi keluarga, serta tempat pengajuan. Selalu gunakan checklist terbaru dari kedutaan atau penyedia layanan resmi negara tujuan.
Jika anak bepergian dengan satu orang tua
Apabila anak berangkat hanya dengan ayah atau ibu, biasanya perlu disiapkan persetujuan dari orang tua yang tidak ikut bepergian, kecuali terdapat bukti hak asuh tunggal atau keadaan lain yang diakui. Bentuk persetujuan dapat berupa surat bermeterai, dokumen notarial, atau formulir khusus sesuai instruksi perwakilan negara tujuan. Jangan menganggap satu format berlaku untuk seluruh negara Schengen.
Jika anak bepergian tanpa kedua orang tua
Untuk perjalanan dengan kerabat, guru, atau pendamping lain, siapkan identitas pendamping, bukti hubungan atau tujuan perjalanan, serta persetujuan orang tua atau wali sah. Beberapa perwakilan meminta tanda tangan atau dokumen khusus. Periksa apakah orang tua atau wali perlu hadir saat pengajuan.
Siapa yang menandatangani formulir?
Untuk pemohon di bawah umur, formulir umumnya ditandatangani oleh orang tua atau wali yang berwenang. Aturan kehadiran saat janji temu dan pengambilan biometrik dapat berbeda berdasarkan usia serta kebijakan pusat aplikasi. Konfirmasikan ketentuan terbaru sebelum membuat janji.
Kesalahan yang sebaiknya dihindari
Kesalahan yang sering menunda persiapan antara lain nama anak tidak konsisten antara paspor dan akta, surat izin tidak sesuai kondisi perjalanan, dokumen pembiayaan tidak menjelaskan siapa penanggung biaya, serta itinerary anak berbeda dengan orang tua. Pastikan semua dokumen menceritakan perjalanan yang sama dan tidak menyatakan informasi yang tidak benar.
Kapan sebaiknya mulai menyiapkan berkas?
Mulailah lebih awal, khususnya pada musim liburan sekolah. Sisakan waktu untuk memperoleh akta, surat persetujuan, terjemahan, jadwal biometrik, dan kemungkinan permintaan dokumen tambahan. Hindari membeli tiket yang tidak dapat dikembalikan hanya untuk mengejar kelengkapan dokumen sebelum memahami ketentuan aplikasi.
Butuh bantuan pengurusan visa Schengen keluarga?
MD Tour membantu pemeriksaan checklist awal dan persiapan pengajuan visa sesuai negara tujuan. Lihat juga layanan pengurusan visa MD Tour serta panduan visa Schengen multiple entry. Untuk konsultasi keluarga dari BSD, Gading Serpong, Alam Sutera, Tangerang, atau kota lain, hubungi WhatsApp MD Tour 0817-000-8500.
Rujukan resmi
Komisi Eropa: panduan penanganan aplikasi visa untuk anak di bawah umur dan dokumen kebijakan visa Schengen Uni Eropa. Informasi diperiksa pada 3 November 2026; syarat akhir mengikuti perwakilan negara tujuan.
